Hai bajingan-bajingan,
Kenapa engkau buka lembaran-lembaran aib saudaramu
Kau bernyanyi di pentas kesengsaraan saudaramu
Melakukan hal-hal yang kau anggap tak berdosa
Bermandikan penderitaan, kau menari-nari ditelaga kesedihan
Sungguh kau tak bermalu
Hai bajingan-bajingan,
Bertunduklah di hadapan Tuhanmu
Menyatulah bersama saudaramu
Tak perlu bernyanyi meski kau menari
Tak perlu menangis meski kau bersedih
Karena air matamu, hanya tangisan belaka menuntut balas iba
Senin, 28 Februari 2011
Padamu…
Manakala bintang malam enggan berpijar
Manakala bulan ayu enggan merayu
Tak demikian hatiku
Padamu...
Jikalau telah berlalu
Hari berganti waktu
Terus berjalan tak demikian hatiku
Padamu...
Manakala bulan ayu enggan merayu
Tak demikian hatiku
Padamu...
Jikalau telah berlalu
Hari berganti waktu
Terus berjalan tak demikian hatiku
Padamu...
Bewildement of Life
My bones have killed
One by one, to learn my eyes
I’m afraid to hear that
And I live in other world
Suddenly get up from scream
From the song of dream
Go out from important run
Spirit for off set
One by one, to learn my eyes
I’m afraid to hear that
And I live in other world
Suddenly get up from scream
From the song of dream
Go out from important run
Spirit for off set
Penantian Yang Tak Berujung
Senja t’lah tiba
Saat ku t’lah menunggu
Berharap satu langkah kaki
Kan mengakhiri penantianku
Satu tawa yang tak berakhir
Seakan merobek sejuta harapan
Walau hanya sebatas khayalan
Mengapa begitu menyakitkan???
Saat ku t’lah menunggu
Berharap satu langkah kaki
Kan mengakhiri penantianku
Satu tawa yang tak berakhir
Seakan merobek sejuta harapan
Walau hanya sebatas khayalan
Mengapa begitu menyakitkan???
Tikam Shu
Tik...tik...siam
Mar menggenggam talam
Mar nama suatu tempat
Mar dua konsonan kata
Shu seperti dari timur
Shu bermata sipit
Kam suatu sapaan asing
Kam sia liang vivi
Mar menggenggam talam
Mar nama suatu tempat
Mar dua konsonan kata
Shu seperti dari timur
Shu bermata sipit
Kam suatu sapaan asing
Kam sia liang vivi
Sendiri, Meratapi
Terpaku di heningnya senja
Meratapi nasib naas yang menghampiri
Bola mata yang berkaca-kaca
Tak percaya apa yang terjadi
Deras sungai mengalir perlahan
Sang bayu yang berhembus lirih
Menemani bayang-bayang angan
Yang semakin dalam menikam hati
Meratapi nasib naas yang menghampiri
Bola mata yang berkaca-kaca
Tak percaya apa yang terjadi
Deras sungai mengalir perlahan
Sang bayu yang berhembus lirih
Menemani bayang-bayang angan
Yang semakin dalam menikam hati
Langganan:
Postingan (Atom)