Kamis, 22 November 2012

Bukan Monalisa

Tertegun aku sejuk memandang
Berpikir dalam benakku
Yakin ku ini bukanlah monalisa

Senyum misterius itu
Membubung jauh ke anganku
Tatapan mata itu
Menyulut terang di pikiranku
Tapi ia seperti monalisa

Rabu, 21 November 2012

Sayangmu hilangkan peluhku...

Mungkin malam ini dingin karena embun malam.
Tapi kasihmu tetap hangat di relungku.
Mungkin langit gelap karena mendung.
Tapi cintamu tetap terang menerangi relungku.
Mungkin tubuhku lelah malam ini.
Tapi sayangmu tetap menguatkan di mimpiku malam ini.

Kamar kecil ini saksi bisu letihku.
Dia memandang paras layuku.
Dia merasakan lemah tubuhku.
Sayang dia bisu,
Ku harap ia dapat melukis.
Melukiskan coretan-coretan peluhku.
Kuharap angin malam yang menyelimuti kamar kecil ini 
dapat mengantarkan lukisan ke kamar kecilmu hasian.
Agar kamar kecilmu dapat memberi isyarat padamu tentangku.
Aku ingin sayangmu hilangkan peluhku...

Kamis, 08 November 2012

Love You.... Happy Anniversary 2th Months

ucapku,

Lihatlah sinar matahari yang melirik senyum kita
Oh betapa hangat tatapannya dihati
Vas bunga dimiliki bunga yang ditemani air jernih
Engkau dimiliki aku yang ditemani cinta kita
Yangg,Sayangku... pagi ini aku harap mata indahmu baca ungkapan hatiku ini
Ombak lautan cinta dihatiku semakin meninggi dan berkejaran semakin kencang seiring 
cintaku padamu yang telah tumbuh selama dua bulan ini
Untukmu, kuberikan sayang, cium, peluk cintaku..

Love You hasian...Happy Anniversay


NB: 
hasian, udah aku kirimkan puisi sederhana tapi murni dari aku lohhh...... 
jangan dihina atau ditertawakan, tapi dibaca dan diberi senyum yaaa :D

Hasian...

Hasian,ini tangan kecilku
Inginku rasakan sentuhan tangan hangatmu lebih lagi
Genggam erat tanganku ikut bersamamu
Bawa aku dalam ruang cinta indahmu
Bawa aku keluar dari kolam air mata

Hasian ini tubuh lemahku,
Inginku rasakan dekapan hangatmu lebih lagi
Beri aku kekuatan dari dekapanmu
Tegapkan aku dari bijaksana cintamu

Ruang Tua ruangku..

Mataku tertuju pada sebuah pintu usang
Tiang pondasi pintu tua dan berdebu
Kusentuh perlahan pintu tua,
Ku gerakkan dengan hati-hati dan terbuka
Kurasakan betapa rapuhnya kayu ini
Lupandang sekeliling ruang..
Ruang tua..

Mataku disajikan santapan rupa dinding
Rupa dinding yang menyayat hati
Dinding dengan kulit terkelupas dan kering
Usang..