Musik itu mengalun kembali.
Mengajak aku bernyanyi,
Lagu lama yang usang
Yang setiap katanya adalah hatiku
Dan nadanya menjadi bagian dari ku
Bagai terjebak dalam suatu augede
Dengan konduktor dan tongkatnya yang menusuk nusuk
Aku tak bisa apa apa selain menurut
Masih terdengar jelas alunan takdir
Yang meningkahi setiap denting dawai yang bergetar
Pianoforte yang kerap menggema
Tapi aku bernyanyi bukan untuknya
Bukan untukku
Dan tidak untuk siapa siapa
Karena tetap re dan la
Bagai tercipta sendiri dari pita suara
Layaknya piringan hitam
Yang di gores jarum gramofon
Terlalu mekanis
Hingga hati ini meringis
Lalu apa yang ku dapat
Dari ritme yang hentak menghentak
Serupa stacato yang menghempas jiwa
Jauh...
Semakin jauh ia bergabung
Menebar keajaiban di tanah impian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar