Duapuluh matahari
Bangkit dari pundakmu
Tubuhmu menguapkan bau tanah
Dan menyalalah sukmamu
Langit bagai kain tetoron yang biru
Terbentang
Berkilat dan berkilauan
Menantang jendela kalbu yang berdukacita
Rohku dan rohmu
Bagaikan proton dan elektron
Bergolak
Bergolak
Di bawah duapuluh matahari
Duapuluh matahari
Membakar dukacitaku
Oleh : WS Rendra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar