Tertegun aku sejuk memandang
Berpikir dalam benakku
Yakin ku ini bukanlah monalisa
Senyum misterius itu
Membubung jauh ke anganku
Tatapan mata itu
Menyulut terang di pikiranku
Tapi ia seperti monalisa
Sejenak kumerenung
Dalam pikir ku terduduk
Adakah monalisa kini mengangguku
Hingga bayangnya pun mendengung
Merasuk dunia maya hatiku
Ia seperti monalisa
Entah darimana asalmu
Kau bawa senyum itu ke sini
Meski bukan untukku kau beri
Sorot tajam senyuman mata
Gelap tertutupnya jiwamu
Sampai kapan pun
Penasaranku kan terus di buatmu
Tidak...kau bukan monalisa
Wahai penguasa jiwa
Izinkan aku bertanya
Kapan ia singgah bersama raga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar