Mungkin malam ini dingin karena embun malam.
Tapi kasihmu tetap hangat di relungku.
Mungkin langit gelap karena mendung.
Tapi cintamu tetap terang menerangi relungku.
Mungkin tubuhku lelah malam ini.
Tapi sayangmu tetap menguatkan di mimpiku malam ini.
Kamar kecil ini saksi bisu letihku.
Dia memandang paras layuku.
Dia merasakan lemah tubuhku.
Sayang dia bisu,
Ku harap ia dapat melukis.
Melukiskan coretan-coretan peluhku.
Kuharap angin malam yang menyelimuti kamar kecil ini
dapat mengantarkan lukisan ke kamar kecilmu hasian.
Agar kamar kecilmu dapat memberi isyarat padamu tentangku.
Aku ingin sayangmu hilangkan peluhku...
Tiap aku memandang jauh bayangan pandangan mesramu.
Ingin rasanya jemariku menari-nari diatas kertas putih bersih.
Memberi jejak yang menyusun rapi sajak-sajak indah tentang hebat cintamu.
Jemari ini ingin menari terus menerus bak aku yang ingin menari dihatimu.
Hatiku ingin seperti jemari ini.
Ingin menjajaki seluruh lembar kertas buku hatimu.
Kurasakan belaian hangat nafas yang menampar kulit tipis kening ini.
Belaian hebat yang menggetarkan nadiku hingga mengalir deras.
Membuat jantung memompa cepat darahku.
Membuat alunan nafasku berkejaran dan berlomba.
Nafasmu yang ditemani kecupan mesramu sungguh menyiksa rinduku.
Ingin ku simpan nafas dan kecup itu dalam ruang memori.
Sebagai penghibur rinduku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar