Kamis, 08 November 2012

Ruang Tua ruangku..

Mataku tertuju pada sebuah pintu usang
Tiang pondasi pintu tua dan berdebu
Kusentuh perlahan pintu tua,
Ku gerakkan dengan hati-hati dan terbuka
Kurasakan betapa rapuhnya kayu ini
Lupandang sekeliling ruang..
Ruang tua..

Mataku disajikan santapan rupa dinding
Rupa dinding yang menyayat hati
Dinding dengan kulit terkelupas dan kering
Usang..

Ruangan siapakah engkau?
Bisikku lirih dalam hati..
Hai, tunjukkan padaku kesedihanmu,rasamu
Hai, perlihatkan padaku sumber air sedih itu
Pertanda kw membutuhkan belaian tangan kasihku

Mengapa kw masih memberi aku lengkungan senyum indah disudut itu?
Tidakkah kw terlalu sakit dengan rasa ini?
Apakah kau kokoh menahan kerapuhan disetiap sisimu ini?
Sanggup kau menyisahkan lengkungan indah itu diantara sisi yang menyedihkan ini..
Itu hebatmu..

Aku ingin tinggal didalammu
Aku ingin hidup didalammu
Lengkungan indah itu menarikku mengisi ruang ini

Aku akan menemanimu
Aku akan memberimu keindahan
Aku akan memberimu sumber air kebahagiaan dimata tiap sudutmu
Aku akan menemani sampai ujung usiamu

Engkau akan menjadi tempat teduhku, perlindunganku..
Aku meyakini lengkung indahmu mampu mengubah rapuh kayu mu,
Kulit terkelupasmu, dan debu yang menyiksamu
Akan menjadi lapisan bak perisai yang kuat
Jadilah perlindungan bagiku yang teduh,
Dengan lengkungan senyum indahmu sebagai sumber kekuatan kasihmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar