Senin, 29 Agustus 2011

Kabar Bagi Maida 1

Aku terluka di tempat gempa, maida
Bukan oleh puing atau reruntuhan dinding
Tapi oleh derita yang tertangkap mata
Telah mencabik-cabik batinku.
Aku melihat rumah rebah ke tanah.
Kota yang dulu cantik kini telah menjadi kota puing.

Di sepanjang jalan mata seakan dicucuk duri ikan.
Kepedihan mereka menyusup ke dada.
Aku tak berpikir ini salah siapa.
Saut pun berpuisi, ”bencana alam bukan dosa!”

Dari desa mancingan sampai ujung imogiri
Aku tak melihat ada wajah ceria.
Semua terlipat oleh duka.
Dan tak ada kesan meminta
belum lagi situs-situs yang sekan diperhangus ya allah,
selamatkanlah sejarah,
dan tabahkan hati mereka.

Aku terluka di tempat gempa, maida
Bukan oleh rasa sakit di pipiku yang tergores pisau milikmu,
atau oleh tajam alismu yang menancap di hatiku.
Tapi oleh tangan ini,
tangan yang masih ingin memberi dan membantu
namun terhenti dibatas oleh waktu.

Oleh : Endang Supriadi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar