Ku ungkapkan manis di hadapanmu
Walau pahit merajai kerongkonganku
Kau nikmati seutuhnya kasih dan sayang itu
Sedang nyawaku ada dalam genggamanmu
Menari, bernyanyi, berlari memeluk matahari
Terbang tenggelam di ufuk jiwa yang mulai rapuh
Menantimu kawan...
Menantimu menyambut raihan tanganku
Ku sematkan cinta tulus menembus hembusan nafasmu
Dalam...
Terlalu dalam...
Hingga ajal menjemput tak jua lepas dari badan
Inilah persembahanku padamu
Sebut saja kata-kata usang
Halaman-halaman kumuh yang rapuh
Atau engkau boleh saja menyebutnya hampa
Namun cintaku terus mengalir bagai air
Pasang surutnya tersirat di tiap lembaran cerita kita
Walau dengan air mataku yang memang tak sejernih mata air
Ku tetap tersenyum
Menanti engkau tersenyum
Agar kau ingat masa-masa indah
Tentang mimpi-mimpi indah di tengah badai pasir
Tentang sejuta asa
Ketika engkau memelukku
Dan genggam tanganku erat
Dan kenanglah...kenanglah wahai teman
Ingat...ingat kembali...
Tersenyumlah dan sambut tanganku kembali
Kita bersama lagi
All about us
Yeah...
That is the true miracle
Selamat membuka lembaran-lembaran kenangan yang telah kita ukir bersama…
Sampai jumpa lagi...
Semoga Tuhan selalu memberi Lindungan dan petunjuk pada kita semua, Amiin!!!
Pandan, april 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar