Senin, 29 Agustus 2011

Sajak Gadis dan Majikan

Janganlah tuan seenaknya memelukku
Ke mana arahnya, sudah cukup aku tahu
Aku bukan ahli ilmu menduga,
Tetapi jelas sudah kutahu
Pelukan ini apa artinya...

Siallah pendidikan yang aku terima
Diajar aku berhitung, mengetik, bahasa asing,
kerapian, dan tata cara.
Tetapi lupa diajarkan:
bila dipeluk majikan dari belakang
lalu sikapku bagaimana!
Janganlah tuan seenaknya memelukku.
Sedangkan pacarku tak berani selangsung itu.
Apakah tujuan tuan, sudah cukup aku tahu,
Ketika tuan siku dadaku,
Sudah kutahu apa artinya...

Mereka ajarkan aku membenci dosa
tetapi lupa mereka ajarkan
bagaimana mencari kerja.
Mereka ajarkan aku gaya hidup
yang peralatannya tidak berasal dari lingkungan.
Diajarkan aku membutuhkan
peralatan yang dihasilkan para majikan,
dan dikuasai para majikan.
Alat-alat rias, mesin pendingin,
Vitamin sintesis, tonikum,
Segala macam soda, dan ijasah sekolah.
Pendidikan membuatku terikat
Pada pasar mereka, pada modal mereka
Dan kini, setelah aku dewasa,
ke mana lagi aku ’kan lari,
bila tidak ke dunia majikan?

Janganlah tuan seenaknya memelukku.
Aku bukan cendikiawan
tetapi aku cukup tahu
semua kerja di mejaku
akan ke sana arahnya.
Jangan tuan, jangan!
Jangan seenaknya memelukku.
Ah, wah.

Oleh : W.S. Rendra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar